PAPAN INFORMASI

PAPAN INFORMASI

Minggu, 27 Juni 2010

Pembentukan Bank Darah

Kelurahan Kuningan Timur bentuk RT Siaga Darah (Bank Darah)

RUKUN Tetangga (RT) menjadi ujung tombak penanganan kasus-kasus darurat ditengah masyarakat. Itu sebabnya, RT di Kelurahan KuninganTimur membentuk RT Siaga Darah. Artinya setiap RT memiliki database golongan darah warganya termasuk jadwal donor darahnya.

Ini penting karena dalam kasus-kasus kedaruratan, darah acapkali menjadi ke-butuhan mendesak yang banyak dicari. "Kasus ibu melahirkan, demam berdarah dan kasus kecelakaan lain, seringkali membutuhkan donor darah," ujar Ketua PMI Kecamatan Setiabudi Drs Djohari.

Bpk. Djohari, SSos, MSi
(Selaku Plh Lurah Kuningan Timur & Ketua PMI Kec.Setiabudi)

Di sela-sela aksi donor darah yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Kelurahan KuninganTimur sebagai rangkaian HUT Kota Jakarta , Djohari mengaku RT Siaga Darah selama ini belum ada. Warga yang membutuhkan darah lebih banyak bergantung pada PMI.

"Padahal tetangga bisa saja jadi pendonornya. Tentu dengan bantuan tenaga medis PMI," lanjutnya.
Ide pembentukan RT Siaga Darah ini semula bermaksud untuk mendukung gerakan sayang ibu (GSI). Sebab pada kasus melahirkan seringkali seorang ibu membutuhkan donor darah.

Gambar 2. Petugas PMI beserta Staff Kuningan timur Setiabudi ikut mendonorkan darahnya

Kebutuhan akan donor darah ini akan lebih cepat terpenuhi jika keluarga yang membutuhkan donor darah membawa donor pengganti ke PMI. Karena tidak setiap darah yang dibutuhkan, stok di PMI ada. Kalaupun ada mungkin jumlahnya sangat terbatas, menyangkut golongan darahnya.


DIDUKUNG PMI

Langkah Kelurahan KuninganTimur membentuk RT Siaga Darah ini mendapat dukungan penuh dari Ketua PMI Kodya Jaksel Dadang Dasuki. "Ini ide yang cemerlang dan perlu dicontoh kelurahan lain," katanya. Adanya RT Siaga Darah menurut Dadang akan memudahkan warga RT setempat untuk mendapatkan darah ketika membutuhkan donor. Sehingga, warga tidak perlu dipusingkan untuk mencari donor pengganti saat akan meminta bantuan darah ke PMI.

Gambar 3. Forum Pemuda Betawi, Staff Kuningan Timur, dan Ketua PMI Jakarta Selatan

RT Siaga Darah ini, lanjut Dadang, sebaiknya tidak sekedar memiliki data base golongan darah semua war-ga di RT yang bersangkutan. Penting pula dicatat kapan jadwal seorang warga melakukan donor darah. Sebab donor darah sebaiknya dilakukan sekitar 4 bulan sekali. "Kalau perlu di setiap pintu rumah warga ditempel stiker golongan darah warga yang bersangkutan," tambah Dadang. . Ketua KarangTaruna KuninganTimur Ramses berjanji akan mendukung upaya-upaya pengurus RT maupun RW untuk membentuk RT

Siaga Darah ini. "Kalau perlu nanti anggota Karang Taruna ikut terjun mendukung pendataan golongan darah semua warga," ujar Ramses. Aksi donor darah yang pertama kali digelar Karang Taruna Kuningan Timur tersebut diikuti lebih dari 60 warga. Sebagian besar pendonor berasal dari anggota Karang Taruna, kemudian PKK, warga masyarakat, pengurus RT dan RW serta karyawan perkantoran di sekitar RW 01. (inung/si/r)

Ringkasan Artikel Ini
Di sela-sela aksi donor darah yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Kelurahan KuninganTimur sebagai rangkaian HUT Kota Jakarta , Djohari mengaku RT Siaga Darah selama ini belum ada. Kebutuhan akan donor darah ini akan lebih cepat terpenuhi jika keluarga yang membutuhkan donor darah membawa donor pengganti ke PMI. Adanya RT Siaga Darah menurut Dadang akan memudahkan warga RT setempat untuk mendapatkan darah ketika membutuhkan donor. RT Siaga Darah ini, lanjut Dadang, sebaiknya tidak sekedar memiliki data base golongan darah semua war-ga di RT yang bersangkutan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SELAMAT DATANG DI KELURAHAN KUNINGAN TIMUR | DAPATKAN INFORMASI SEPUTAR WILAYAH KUNINGAN TIMUR KECAMATAN SETIABUDI | | KLIK PADA LAYANAN PRIMA , ANDA LANGSUNG TERSAMBUNG OLEH OPERATOR Via CHATTING :: kel_kuningantimur@yahoo.com :: dan ::: kelkuntim@gmail.com ::. Atau Via TELP. (021) 5 2 5 3 8 6 8 | TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA